Dulu, saya berpikir bahwa pakaian apapun itu fine fine aja, selama saya bisa memakainya. Oleh karena itu, setiap kali saya membeli pakaian, atau ditawarkan untuk dibelikan pakaian, atau dibelikan pakaian, saya akan memilih dari apa yang ada di toko itu, atau dari apa yang dibelikan (biasanya dibeli 2 karena saya dua bersaudara dan siapa yang cepat bisa memilih baju yang dibelikan). Tetapi, as of late, saya membuat pilihan baru, yaitu untuk diberikan uang yang orang tua saya akan habiskan untuk membeli pakaian, atau tidak membeli pakaian sama sekali.
Tapi penulis, mengapa anda membuat pilihan tersebut?
Ketika saya melihat lemari pakaian saya dan mengulas (me-review) pakaian yang saya miliki, saya terkejut dengan banyaknya pakaian yang saya tidak pakai. Tumpukan pakaian yang berisi hal-hal seperti T-Shirt, Polo Shirt dan Celana, baik itu pendek maupun panjang, yang tidak pernah saya sentuh dalam waktu yang relatif lama, dan itu membuat saya berpikir.
Banyak sekali pakaian yang saya beli (atau dibelikan), tetapi tidak saya pakai. Mengapa saya tidak memakainya?
Ya, penulis. Mengapa anda tidak memakainya?
Jawabannya sederhana, it’s not presentable. Entah itu karena pakaiannya sudah tidak muat lagi, atau karena sablonannya sudah pudar, atau pakaiannya terlalu besar untuk saya (Untuk beberapa pakaian yang masih bisa di-vermak, saya bawa ke tukang vermak agar muat kembali dengan tubuh saya sekarang). Apapun alasannya, semua itu kembali lagi ke frase, it’s not presentable.
“…uang yang dapat saya gunakan untuk busana lebih sedikit dibandingkan apa yang saya harapkan”
Saya juga berpikir jauh ke masa depan, dimana saya sudah bekerja dan mendapatkan uang. Berapakah uang yang saya akan dapatkan setiap bulannya, dan berapa persen dari pendapatan saya yang bisa saya alokasi-kan ke busana? Itu adalah pertanyaan yang saya coba jawab dan ketika saya sudah memperhitungkan jawaban dari pertanyaan itu, saya menyimpulkan bahwa uang yang dapat saya gunakan untuk busana lebih sedikit dibandingkan apa yang saya harapkan.
Hal tersebut berarti bahwa saya harus lebih pintar dalam memilih pakaian. Saya harus memilih pakaian yang berkualitas (high quality), sesuai tujuan gaya yang saya inginkan (fits my style), dan terlihat baik jika digunakan bersama pakaian lain yang ada di wardrobe yang saya (akan) miliki (looks great when paired with the outfits that I have and clothing that I will own in the future). Beberapa paragraf selanjutnya merupakan penjelasan dari poin-poin tersebut (The next few paragraphs will be me elaborating on those points).
Berkualitas dalam kasus ini berarti memiliki jahitan (stitching) yang bagus dan sebanding (atau melebihi harapan) dengan harganya, dibuat dengan bahan yang bagus dan tahan lama, lagi-lagi relatif ke harganya (made with high quality and durable materials, again relative to the price), memiliki warna yang tidak akan pudar, dan memiliki desain yang tidak lekang oleh waktu (timeless).
Untuk memenuhi syarat dari frasa “Sesuai dengan tujuan gaya yang saya inginkan” , saya harus bertanya kepada diri saya, gaya seperti apakah yang saya ingin capai dengan pakaian saya? Setelah berpikir, saya menemukan bahwa saya lebih condong ke arah smart casual, gaya yang bisa di dress-up atau di dress-down tergantung situasi, tetapi saya juga terbuka ke style apapun. Yang terpenting adalah bahwa tampilan saya baik saat saya memakai pakaian tersebut (The most important thing is that I look good while wearing it).
Saya juga suka koleksi pakaian yang minimalis, sehingga saya tidak terkena choice overload), dan juga agar saya tidak menghabiskan terlalu banyak uang dalam busana. Untuk mencapai tujuan ini, semua pakaian yang saya beli harus cocok satu sama lain (it has to suit each other). Tetapi, cocok tidak cukup. It has to look good when paired as well (kalau tidak, pakaian tersebut tidak akan memenuhi syarat kedua). Oleh karena itulah saya membuat syarat bahwa pakaian yang saya beli harus terlihat baik jika digunakan bersama pakaian lain yang ada di wardrobe yang saya (akan) miliki.
Dengan membuat syarat-syarat tersebut, saya berharap bahwa saya akan lebih efisien dalam membeli pakaian, dan pakaian yang saya beli akan bertahan di dalam lemari pakaian saya untuk beberapa tahun yang akan datang.








